Selasa, 04 Februari 2014

MY BEST FRIENDS #Poem#



My best friends.
My best friend..
You like me warms
You are always calm and down
While I am sad or upset

You always cheer
If a later time..
We will parting vey much
But you still be friend

We are very much separated
But you remain near
Very near i thing
Because you are always stored in my heart


By: Hanggara S W. 9E. 14

JATUH KE KOLAM IKAN #Story#



Jatuh Ke Kolam Ikan
Kalau aku tidur, aku dan adikku tidur satu ranjang. Pada suatu malam aku bermimpi menaiki gajah. Agaknya ingatanku tentang kebun binatang yang baru saja ku kunjungi terbawa hingga ke mimpi. Ketika dikebun binatang aku takut sekali naik gajah.
Nahh….anehnya saat itu(didalam mimpi itu) aku berani menaiku gajah. Gajahnya muter-muter kebun binatang. Aku merasa amat senang dan nyaman berayun – ayun di punggung gajah. Hingga suatu ketika kaki gajah terperosok masuk ke kolam ikan. Dan gajah pun jatuh terguling juga aku yang berada dipunggungnya. Tapi beberapa menit kemudian aku merasakan keanehan pada gajah yang kunaiki. Mengapa gajahnya menangis?? Setahuku gajah jarang sekali menangis. Ternyata ehh… ternyata aku menaiki punggung adikku. Segera aku bangun dan menenangkan adikku.
Ayah ibuku sampai terbangun karena suara brisik kami berdua. Semula beliau berdua akan memarahi kami yang dikira sudh malam masih saja bermain-main. Namun setelah kami ceritakan yang sebenarnya terjadi, beliau berdua tak kuasa menahan tawa. Aku pun merasa malu dengan mimpiku. Setelah itu aku tidur karena lelah menenangkan adikku.
_end_


By: Hanggara S W . 9E. 14

PENUMPANG TERAKHIR #ShortStory#



Penumpang Terakhir

Hari terlihat sudah sore, mentari sudah lelah bersinar dan hendak tidur diujung barat. Di pinggir jalan, terlihat seorang wanita yang terselubungi kain melambai-lambaikan tangannya.cmaka kuhentikan busku didepannya. Wanita itu pun naik dan duduk manis dibangku paling belakang.
“turun mana, bu? Saya habis ini mau pulang kerumah.” Tanyaku pada wanita itu karena rumahku sudah pada jarak 1 km lagi. Terlebih hari sudah gelap dan bulu kudukku menari ketakutan dibelakang leherku.
“kiri..” katanya lirih, tetapi masih bisa kudengar. Aku segera memutar stir kekiri. Wanita itu lalu turun dan memberikan selembar uang ribuan padaku. Tangannya dingin sekali. Kali ini bulu kudukku sudah jumpalitan tak tentu membuatku menelan ludah ketakutan.
Sepeninggal wanita itu, aku tancap gas secepat mungkin kembali ke rumah.
***
Setelah sholat isya, saat membersihkan bangku belakang bus, aku menemukan sebuah paying dan dompet. Saar mengambilnya kurasa bulu kudukku mulai pentas tari balet teringat penumpang terakhirku tadi. Di dalam dompet, terdapat selembar KTP pemiliknya. Aninda bugarwati. Nama yang aneh sekali. Lalu tanpa menunda lagi. Aku mengendarai motor bututku menuju alamat yang tercantum di KTP pemilik dompet.
Aku sampai di depan rumah kecil bercat merah. Jl. Cabe Rawit No.26 . dengan mantap aku mengetuk pintu rumah itu.
“assalamualaikum…” sapaku begitu ada seorang kakek-kakek membukakan pintu.
“waalaikumsalam... siapa ya?” Tanya kakek itu lemah.
“saya hanya hendak mengembalikan dompet dan paying ini. Tadi ada penumpang yang barangnya tertinggal, dan berdasarkan alamat dalam dompet, disinilah rumahnya.” Jelas ku pada kakek itu.
“Ooo.. makasih,pak.”  Kakek itu membuka-buka dompet yang baru saja aku berikan. Dan tanpa disangka dan ditanya, kakek itu menangis didepan ku dan  menggunakan pundakku untuk menghapus ingusnya.
“ada apa kek?” Tanya ku kaget.
“mari masuk,Pak…” kakek itu menyeret tanganku untuk masuk kedalam ruang tamunya.
Diruang tamu, telah duduk seorang ibu membawa the hangat.
“Ini.. Bapak ini menemukan dompet ninda, buuk…” kakek itu menyerahkan dompet tadi, yang langsung dilihat-lihat isinya oleh ibu tadi. Ibu tadi juga ikut menangis juga akhirnya. “Sebenarnya ada apa, kek? Bu?” tanyaku heran.
“Ninda itu cucuku.. dia meninggal tertabrak bis 4 bulan yang lalu. Mayatnya sulit untuk dikenali selain badannya sudah tak berbentuk, juga Karen tidak ditemukan dompet atau sumber lain yang berisi identitasnya. Baru dikenali setelah 3 minggu..”
“terimakasih telah mengembalikan ini kepada saya.”
“Ya. Bu. Sama-sama saya pamit pulang dulu. Terima kasih assalamualaikum….!” Aku keluar dari rumah itu. Sebelum aku tancap gas, seorang wanita tersenyum dibalik pohon mangga padaku. Aku tak sempat membalas senyumannya karena bulu kudukku sekarang mulai konser Rock ‘n Roll dan motor butuku sudah lari dari tempat itu.
--end--




by: Hanggara S. W  . 9E. 14

Sabtu, 01 Februari 2014

YES I'M PET!" #trueStory#

waktu kelas 2 SD, ada sebuah kejadian yang waktu itu bikin semua teman-teman dikelasku ngakak sampai kebelet pipis. Kejadiannya saat Pelajaran Bahasa Inggris. Bu Wati , guru bahasa inggrisku akan mengetes siswa-siswi dengan cara tanya jawab spontan. Misalnya Bu Wati Tanya," What is your name?" maka harus dijawan, "My name is Bla-bla-bla."
Saat sampai permasalahan pet atau hewan peliharaan, 3 teman laki-lakiku malah geguyon. Bu wati langsung mengajukan pertanyaan pada salah satunya.
"Do you have a pet?" Temanku itu bingung mau menjawab apa. Mungkin karena pertanyaanya sebelumnya ia dengar-dengar, "Yes i am pet," (padahal seharusnya ia menjawab " yes, i have a pet" ia pun dengan lantang dan PEDE nya menjawab "YES I AM PET!!" . sontak, tawa seluruh anak meledak. (DUWAARRRR)
Barulah ia sadar , ia baru saja mengatakan ,"YA , SAYA HEWAN PELIHARAAN!"

by: Hanggara S W. 9E. 14

FORGET #funnyStory#

one day, i walked with my sister. and my sister said that she feel very thirsty. so i went to store to buy a cup of drink. after the seller brought cold drink , i paid Rp.2000,00 . And the seller surprise cause i just paid Rp.2000,00 , and the seller said the coast pf drink is Rp.2800,00 OH my godd.. i just give Rp.2000,00. I confused and the seller confused too. so, i said , I will pay again tommorow , and seller agree. Huuft...Luckly.. so next day i paid Rp.800,00 . now, if i want to buy somethimg , i must ask the coast of the goods before.

by: Hanggara S W . 9E. 14